Kamis Yang Habis

Kamis Yang Habis

hari ini rasanya penuh perjuangan. perjuangan untuk tetap sadar, untuk tetap mengingat prinsip-prinsip hidup dan untuk mengambil keputusan-keputusan yang benar. kadang saya berpikir, andainya kita bisa menjalani hidup kita tanpa dibatasi oleh banyak hal. tanpa ada risiko. dengan pengecualian-pengecualian. maaf yang selalu ada. andai saja. tapi tentunya tidak mungkin. karena jika ya, maka semua orang akan menuntut hal yang sama, dan semua hal akan berbenturan.

tidak mudah rasanya untuk membatasi sesuatu yang menyenangkan. apalagi jika hal itu berlangsung lama. rasanya tidak ingin mengalami perubahan karena sudah terlalu nyaman. padahal semua itu tidak benar adanya.

kamis ini rasanya habis saya. mulai pagi sampai malam ini perasaan saya habis dimakan tekanan. ditambah tadi sore saya melindas anak kucing yang tiba-tiba lari ke badan jalan. seperti biasa, saya selalu ngebut. dan ga sempat lagi menahan laju roda. saking takutnya, saya melarikan diri dan nggak mau bertanggung jawab. huh, saya benci dengan tindakan saya ini. tidak patriotis.

begitulah, belum lagi yang lain-lain. soal hati. soal perasaan. semua itu lumayan menghabiskan hari kamis. mungkin saya perlu menunggu sebentar. menunggu jumat dengan isi yang lebih positif. jumat yang semangat. semoga menjadi jumat yang semangat. semangat!

Lima Suasana Magis yang Bikin Bahagia

Lima Suasana Magis yang Bikin Bahagia

ada lima suasana yang selalu berhasil membuat saya bahagia.. antara lain :

1. hujan di sore hari

pada saat-saat seperti ini, saya merasa sangat tersentuh. apalagi jika saya menyempatkan diri duduk di teras rumah sambil memandangi rintik hujan yang turun dari atap rumah. sinar matahari yang redup menambah rasa sendu. nah, enaknya di suasana seperti ini adalah minum teh hangat sambil makan pisang goreng yang hangat pula.. nyam..

2. pagi hari di pedesaan

hmm biasanya jam 6an adalah waktu yang cocok. udara dingin, sinar matahari yang lembut, dan keheningan. rasanya pengen berjalan seorang diri di jalanan setapak pedesaan (apalagi kalo ada sawahnya). apabila bertemu dengan satu dua orang penduduk, melihat senyum mereka itu.. wah, sungguh damai rasanya. sepulang jalan, enaknya sarapan nasi, sambel teri, dan sayur daun singkong. haha.

3. duduk di tepi pantai

saya belum pernah ke pantai malam-malam. tapi bagi saya, pagi, siang atau malam, pantai selalu berhasil menghipnotis. deburan ombaknya, bau asin yang menyeruak ke angkasa, beserta hamparan pasir. semua itu menyenangkan untuk dirasakan. jika pantai tersebut landai, alangkah serunya jika bisa berlari sambil berteriak kenceng, tanpa takut basah. semua tekanan hilang begitu saja. saya tidak suka makan di tepi pantai, kecuali lapar. saya lebih suka menikmati suasananya saja.

4. malam hari di jalanan

saya lebih suka menikmati malam hari di jalanan sambil dibonceng. dalam kondisi ini, saya lebih santai dan merasa aman. apalagi dalam perjalanan jauh. saat melewati rumah penduduk yang diterangi lampu-lampu rasanya ingat rumah. saya seakan-akan ingin pulang dan bahagia masih ada tempat yang dituju. dinginnya malam, hangatnya baju tebal, selalu membuat saya merasa berbahagia.

5. bersama kekasih

untuk yang satu ini, dimanapun dan kapanpun, bersama kekasih selalu menciptakan suasana magis yang membahagiakan.

Selamat Jalan Steve Jobs

Selamat Jalan Steve Jobs

banyak yang berduka karena kepergian Steve Jobs. paling tidak, kaget. keputusannya mengundurkan diri dari Apple disebut sebagai keputusan yang tepat.

Reaksi orang atas kabar duka itu menunjukkan betapa besar pengaruh Jobs. atas karyanya yang mendunia. berbagai produk Apple yang dinikmati orang saat ini, tidak lepas dari keteguhan prinsip-prinsip hidup Jobs.

salah satu statementnya, Stay Hungry, Stay Foolish, dikutip banyak orang untuk menegaskan kembali bagaimana proses kreatif Jobs hingga mencapai titik ini. tentunya, menginspirasi.

setidaknya mengingatkan kembali para pekerja kreatif untuk terus belajar dan berkarya. memberikan yang terbaik selama masih ada kesempatan. Steve Jobs membuktikan kepada kita bahwa dengan cara seperti itu, banyak karya besar akan muncul dan menolong manusia mencapai kualitas hidup yang maksimal.

Selamat jalan, Jobs.

Priest (2011)

Priest (2011)

secara keseluruhan film ini bercerita tentang peperangan melawan para vampir. para priest (dengan tanda salib di keningnya) adalah para pejuang yang bertugas mengamankan tempat kediaman manusia dari serangan vampir tersebut.

pada suatu waktu, para vampir yang dinyatakan sudah dikekang itu, muncul kembali. kali ini mereka dipimpin oleh salah seorang priest yang dulu tergelincir ke lubang saat episode penyelamatan. priest ini (black hat) lebih kuat dua kali lipat.

salah seorang priest (Paul Bethany) terpaksa melanggar sumpahnya untuk patuh pada church dan Tuhan demi menyelamatkan anaknya sendiri, Lucy, yang ditawan oleh vampir. bersama dengan Hicks, pacar Lucy, mereka menyelamatkan gadis ini. dari tragedi itu, ketahuan bahwa para vampir, yang diyakini orang-orang sudah tidak ada, ternyata masih ada. mereka menunggu waktu untuk menyerang.

nonton film ini, saya ingat The Book of Eli yang setting hampir sama. tanah-tanah tandus berdebu, pakaian hitam-hitam, dan sebagainya. petualangannya hampir sama. yang beda adalah makhluk2 berlendir yang menyerang tanpa ampun. ada beberapa adegan mengagetkan dalam film ini. sayang sound-nya kurang mendukung.

pesan moralnya? keyakinan yang didasarkan pada kebohongan itu sia-sia.

Membeli Batik di Pekalongan

Membeli Batik di Pekalongan

dalam rangka tugas kantor, saya dan seorang teman berangkat ke pekalongan sabtu kemarin. ternyata, jarak jogja dan pekalongan itu lumayan jauh juga.

jogja pekalongan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam. pilihan transportasi yang paling mudah adalah naik travel. kalau naik bis, harus nyambung dua kali dengan biaya yang hampir sama. ongkos travel sekitar 60-65 ribu. bisa memilih cipaganti, ramasakti, mawar, atau rahayu. jam berangkat pun berbeda-beda.

pekalongan adalah salah satu kota yang terkenal dengan batik. motifnya berbeda dengan batik dari jogja solo. lebih cerah. saat saya di pekalongan, saya sempat mengunjungi satu dari beberapa pasar grosir, yaitu pasar grosir SETONO, yang dekat dengan perbatasan pekalongan dan batang. ada banyak ragam batik dengan harga yang miring di sini. lebih banyak membeli harganya semakin murah.

kota pekalongan tidak terlalu luas. dengan menghafal bangunan-bangunan besar saja, kita bisa mudah mengenali jalan. akomodasi pun sangat mudah didapat. coba aja cari di depan stasiun. di sana berjejer hotel-hotel melati dengan harga terjangkau dan bersih. lumayan buat nginap satu dua malam. kisaran harganya mulai dari 40-an ribu ke atas.

hanya ada satu hal yang sedikit mengganggu bagi saya dan teman waktu berkunjung ke pekalongan. minimnya rumah makan. yang jual di pinggir jalan pun harus dicari dengan seksama baru ketemu. bawa makanan ringan untuk jaga-jaga, supaya tidak pingsan di jalanan selama mencari makanan (terutama buat yg traveling dengan berjalan kaki di dalam kota). mau naik becak? hm, itu sebuah pilihan juga.

selamat membeli batik!

Saat Dia Marah..

Saat Dia Marah..

pernah dimarahin pacar, ortu, atau sahabat? tentu ga enak yah. apalagi setelah ‘konflik’ terbuka itu disambung dengan perang dingin yang entah kapan akan selesai. hidup seolah berat. boro-boro ngobrol mau curhat, ketemu aja rasanya kaku.

gimana caranya supaya rasa marah itu mencair? berikut saran saya, (mau dicoba boleh, tapiiii risiko ditanggung penumpang yaahh..:D )

pertama, segera sadari kesalahan. kadang, kita ga tau salah apa. tiba-tiba aja ini orang udah marah-marah sambil nunjuk-nunjuk. diminta penjelasan, saking emosinya yg keluar cuma kata :”Kamu tuh ya!!blablabla!!!” dan sederet pernyataan menyalahkan yg lain. tanpa mau mendengarkan dari versi kita. nah, dalam kondisi begini, yg harus dilakukan adalah secepat-cepatnya menyadari dan memutar ulang memori kita mengenai hidup kita dua puluh empat jam terakhir. loadingnya harus cepat hehe. ga pake nunggu lama. setelah sadar, segeralah pasang muka memelas. ops, jangan salah, dengan demikian kita menjadi tidak terlihat menantang sehingga si orang ini tidak semakin tersulut emosinya. sama juga kalo jika orang yang biasanya cerewet pas ketemu kita diam aja, jurus ini pun harus dipakai. segera putar ulang memori dan temukan hal-hal meragukan yg kita lakukan beberapa waktu terakhir ini.

kedua, minta maaflah dengan tulus. apa bedanya yg tulus dan tidak tulus? sangat kelihatan lho. apalagi jika orangnya sensitif gitu. jangan juga terlalu banyak basa-basi. terbukalah mengenai kesalahan yang telah dilakukan tanpa berusaha membenarkan diri. lalu berjanjilah untuk tidak lagi melakukan hal yang sama di waktu yang akan datang. mungkin butuh waktu lama bagi dia untuk memaafkan, atau intensitas yang sering, artinya jangan cuma sekali meminta maaf. jika dia masih jual mahal, tetap berusaha untuk meluluhkan hatinya tentu dengan sikap yang baik.

ketiga, setelah beberapa waktu, lakukan sebuah hal yang kira-kira dia perlukan. atau berikan barang sederhana yang udah lama dia pengen cuma nggak sempat beli. jangan terkesan ‘membeli’ rasa maafnya karena itu tidak baik bagi tingkat ketulusannya dan ketulusan kita untuk saling memaafkan.

keempat, berusahalah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama atau kesalahan yang lain kepada orang yang sama.

dia masih marah juga? berdoalah semoga waktu bisa segera menyembuhkan hatinya yang terluka :)

Harus Gimana Saat Nemu Dompet Tercecer?

Harus Gimana Saat Nemu Dompet Tercecer?

pernah nemu dompet berisi uang ratusan ribu? saya pernah. sekitar dua hari yang lalu. saya dalam perjalanan ke pekalongan. jam makan siang, rombongan berhenti di sebuah rumah makan. sebelum makan, saya ke kamar mandi dulu.

kebetulan kamar mandinya memang gelap. waktu saya nutup pintu, di belakangnya ada sesuatu yg berwarna hitam. saya melihat lebih dekat dan ternyata.. sebuah dompet handphone beresleting tiga. saya buka satu-persatu. yang satu kosong. yang dua lagi berisi uang seratusan ribu dan lima puluhan ribu yang diikat dengan karet gelang. saya langsung kaget. punya siapa?

tentu ada banyak kemungkinan. karena itu adalah tempat mampir dan makan orang-orang yang bepergian ke luar kota. mereka juga hanya berhenti sejenak dan mungkin nggak akan pernah kembali lagi. bisa jadi dompet itu sudah lama terdampar di sana karena kamar mandi yang saya gunakan itu sebenarnya lampunya mati sehingga orang ga memilih untuk menggunakannya.

dalam kondisi demikian, saya tidak punya pilihan lain. saya lantas menyerahkannya kepada mbak-mbak yang melayani di rumah makan tersebut. dia dan satu orang temannya.

saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya. waktu pulang dari pekalongan pun saya sudah mampir di tempat yang sama. buat saya, episode kehilangan semacam itu adalah ujian bagi dua atau tiga pihak. ujian kejujuran bagi yang menemukan, ujian keikhlasan bagi yang kehilangan dan ujian tanggung jawab bagi yang dititipkan. semoga semuanya lulus dengan baik.

Nongkrong di Perpus

Nongkrong di Perpus

boleh dibilang, saya ini seperti hantunya perpus. dalam seminggu, saya bisa dua sampe tiga kali datang ke perpus. pulang kerja, saya makan sebentar, ganti baju, langsung meluncur ke sana. kalo waktu kuliah sih beda, bangun tidur (biasanya siang), mandi, baru ke perpus, makan soto di kantin :D

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat nongkrong di perpus..

satu, datanglah dengan perut yang normal. tidak lapar dan tidak terlalu kenyang. kalau lapar pasti ga bisa konsentrasi, sebaliknya kalau terlalu kenyang, yang ada malah ngantuk. apalagi kalau perpus tidak menyediakan layanan kantin, wah jadi repot. harus ke luar dulu kalau tiba2 sangat lapar.

kedua, jangan bawa barang berharga selain dompet dan handphone. memang sih perpus tidak identik dengan pencurian atau copet. tapi ga ada salahnya berjaga-jaga. mintalah kunci pada petugas sehingga kita bisa menyimpan dompet di kotak yang aman tanpa khawatir kehilangan.

ketiga, jangan berisik. sangat penting menjaga ketenangan saat nongkrong di perpus. nggak mau kan saat lagi keasyikan menggosip sana sini tiba2 dilemparin pulpen seperti di adegannya rangga dan cinta. bisa bikin malu.

keempat, ambilah buku dengan rapi. ada tuh yang ngambil semaunya sendiri, sampe pada jatuh semua. bayangkan. terus disusun kembali asal-asalan, padahal kan itu ada aturannya. biar gampang dicari. itulah sebabnya kalo selesai dibaca biasanya petugas meminta kita untuk membiarkan buku itu di atas meja. mereka yang lebih berpengalamanlah yang akan menyusunnya kembali.

kelima, jangan mencuri. hehe. banyak anak-anak kuliahan yang senangnya gratisan. uang pemerintah ini. pasti ga ada yang protes kalo satu buku hilang satu aja. meski demikian, perbuatan mencuri itu langsung tidak langsung akan merugikan orang lain. jika benar2 suka buku tersebut, kita lebih baik meminjamnya berkali-kali sampe udah seperti jadi milik sendiri. sama aja kok.

Not Forgotten (2009)

Not Forgotten (2009)

Film berdurasi 1,5 jam ini berkisah tentang penculikan Toby Bishop (Chloe Moretz), gadis berusia 11 tahun. Di tengah cerita, baru ketahuan bahwa ternyata motif penculikan adalah balas dendam terhadap Jack Bishop (Simon Baker), ayah Toby, yang dulu pernah membunuh seseorang, yang ternyata adalah ayah dari istri keduanya.

Jack dengan kehidupan innocent-nya yang sekarang mengelak dengan kemungkinan motif tersebut. Pembunuhan itu sudah lama berlalu. Saat kejadian itu muncul, ia menduga mantan istrinyalah yang melakukan penculikan.

Film ini memunculkan sebuah ritual agama pagan yang diberi nama Santa Death. Memakai darah sebagai tanda perjanjian untuk membalaskan kejahatan. Toby yang ternyata diculik oleh ibu tirinya ini, diberitahu bahwa sang ayahlah yang membunuh ibu aslinya dan ia lantas bersumpah untuk membalaskan dendam tersebut.

Ada dua hal yang tidak menyenangkan saat nonton film ini. Pertama, ada adegan yang tidak begitu pas. Misalnya saat Toby dan ayahnya terjebak dalam kobaran api, lalu sang ayah menggendongnya keluar, Amaya, yaitu istri Toby beserta sepupunya udah nggak kelihatan lagi. Padahal baru dua detik yang lalu mereka mengancam Jack sembari menyalakan api yang kemudian menjalar. Yang kedua, bahasa Spanish-nya itu lho. Terjemahannya nggak ada. Jadi sedikit mengganggu.

Butuh perjuangan untuk mengakhiri film ini. Selain acara ngantuk di pertengahan. Menurut saya, kurang hentakan dan logika serta efek. Satu-satunya yang menarik adalah nilai moral yang pengen diingatkan oleh film tersebut. Ada beberapa kejadian yang tidak bisa dilupakan di dunia ini. Ada yang tidak bisa dimaafkan. Oleh karena itu lebih baik berhati-hati saat melakukan sesuatu yang buruk, karena suatu saat pasti ada balasannya. Seperti karma. Tapi saya memilih berada di sisi lain. Bahwa, setiap orang layak mendapat kesempatan baru, tanpa mengungkit masa lalu. Setiap orang pernah berbuat kesalahan. Sialnya, tidak ada seorangpun yang bisa mengubah kesalahan di masa lalu itu. Jadi, daripada terus berkutat dengan dendam yang seperti lingkaran setan, harus ada salah seorang yang berani mengakhirinya.

Senja di Malioboro

Senja di Malioboro

Salah satu tempat favorit saya di Jogja adalah Malioboro. Spesifiknya saat senja mulai turun. Antara pukul lima hingga enam sore. Di saat seperti itu, lampu-lampu kuno berwarna kuning mulai dinyalakan. Sementara itu sinar matahari masih samar-samar kelihatan. Puncaknya adalah saat adzan maghrib berkumandang. Duduk di lingkaran batu di titik nol kilometer Jogja ini, sambil mengamati para pengendara motor, sungguh menyenangkan. Rasanya seperti berada dalam situasi yang magis.

Meski tempat favorit, sebenarnya saya jarang nongkrong di sana. Pasalnya, saya agak sibuk sih. Hehehe. Walau demikian, kadang-kadang kalo saya kangen, saya naik motor menyusuri jalan malioboro dan berakhir di titik nol kilometer ini, pelan-pelan (karena macet juga) sudah cukup mengobati kerinduan saya terhadap suasana magis itu. Biasanya, saya memilih waktu tersebut untuk melewati malioboro.

Jangan tanya kalo siang hari. Asap kendaraan bermotor sudah cukup membuat pernapasan sesak. Belum taksi yang berhenti sembarangan. Pejalan kaki yang nyebrang sembarangan. Serta panas matahari. Nggak ada asik-asiknya.

Titik nol kilometer ini juga adalah tempat foto yang strategis. Selain karena lapang, sinar yang jatuh dari lampu-lampu kuning itu menciptakan kesan sephia. Sangat antik. Juga nggak perlu malu karena ada ratusan orang lain yang asyik berpose dengan gaya masing-masing.

Ada dua hal yang perlu diwaspadai saat menikmati tempat wisata ini. Pertama, makanan. Pilihlah makanan (biasanya sate dan sebagainya) yang bersih. Atau kalau mau lebih nyaman, bawa makanan sendiri (hehe). Selain murah, kebersihannya juga terjamin. Yang kedua, pengamen. Bawa uang receh secukupnya. Dalam waktu lima menit, kita pasti akan dihampiri rombongan anak-anak muda yang membawa gitar dan menyanyi lagu-lagu populer masa kini. Kadang-kadang beruntung dapat yang suaranya bagus. Kadang-kadang cuma yang biasa-biasa saja sampe yang kualitas jelek. Tetaplah bersabar dan beramal hahaha. Bonusnya, tetap waspada dengan barang bawaan. Copet ada dimana-mana, jek!